- Home »
- Laporan Hasil penelitian tentang ROKOK
Unknown
On Rabu, 04 Desember 2013
LAPORAN HASIL
PENELITIAN
DISUSUN OLEH
GILANG WICAKSONO
BAB I
\
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Sangat ironis memang bahwa
manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan
bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang
dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
Kebiasaan merokok telah
menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh
dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi
wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di
kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan,
malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas
kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga
ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah
faktor penyebab keinginan untuk merokok.
Berbagai alasan dan faktor
penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan
pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan
merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui
banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian
banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya
diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris
secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok
1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang
telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di
dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan
bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab
perilaku merokok pada remaja?
1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya
merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu
rokok.
1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan
dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari
kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara)
dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah
dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar
asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok
yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa
serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam
bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan
mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan
tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan
bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru
atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang
sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok
untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan
ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa
menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut
mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian
kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan
bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya
untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan
saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun
yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan
atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi
orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di
dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat
kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85
persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen
sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol,
kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim
perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam,
tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun
terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok.
Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar
merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari
rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang
dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan
bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding
terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat
abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam
tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan
kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat
meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi
klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat
dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada
hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya
produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan
merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok
dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa
mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan
bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari
asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling
berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang
berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok
juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada
pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa
bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh
Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok,
sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok.
Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna
sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri,
tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup
masuk ke dalam jalan napas.
CO, Tar, dan Nikotin tersebut
berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
Gelisah, tangan gemetar
(tremor)
Cita rasa / selera makan
berkurang
Ibu-ibu hamil yang suka
merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.
2.3. Faktor penyebab merokok
pada remaja
Ada beberapa faktor yang
mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1. Faktor orangtua dan
keluarga
Salah satu temuan tentang
remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang
tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan
hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak
muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado
dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang
mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang
tuanya.
2. Temanku merokok
Banyak fakta membuktikan
bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan
sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya
satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al
Bachri, 1991).
3. Pribadiku
Ada yang mencoba merokok
hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit
fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial
juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas
sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki
skor yang rendah (Atkinson, 1999).
4. Iklan rokok ternyata…
Iklan-iklan di berbagai media
yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok
banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah
terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya
pencegahan jika kamu ingin berubah.
2.4. Upaya mengatasi rokok
Merokok di sekolah yang
dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak
siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para
guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi
tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan
peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan
tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Jika karena kecanduan, maka
tips yang harus dilakukan adalah:
Pikirkanlah hal-hal yang
menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti
merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
Minumlah banyak air putih,
makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok
Berbicara atau
berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri
Berolahraga yang menyennagkan
dan disukai secara teratur dan terukur
Pijatlah daerah punggung dan
leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
Jika karena ketergantungan,
maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering
dilakukan dengan tips berikut ini:
Jika ingin merasakan rokok di
tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca
buku
Jika ada keinginan untuk
menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api
Jika biasa merokok sesudah
makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan
atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok
Jika merokok disertai dengan
minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll
Jika merokok untuk
menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat
mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.
Berikut ini beberapa tips
yang perlu diperhatikan:
Tanyalah pada diri sendiri,
apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di
atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
Jika keinginan untuk merokok
sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan
kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.
Jika berpikir bahwa merokok
dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah
secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.
Untuk mengatasi masalah ini,
perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan
perhatian dari rokok.
Jika ingin berhenti merokok
harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah
diubah berkaitan dengan situasi merokok.
Buatlah pernyataan untuk
berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di
depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar
keinginan berhenti merokok tercapai.
BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM
ROKOK
3.1. Rokok dan Reaksi Kimia
(Pembakaran)
Proses pembakaran rokok
tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang
terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari
unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta
unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat
diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).
Dua reaksi yang mungkin
terjadi dalam proses merokok
Pertama adalah reaksi rokok
dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO.
Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu
diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang
kontak dengan udara.
CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+
NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))
3.2. Reaksi pembakaran rokok
Reaksi yang kedua adalah
reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini
terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan
pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga
rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur
400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang
strukturnya komplek.
CvHwOtNySzSi -> 3000-an
senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa
Walaupun reaksi pirolisa
tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan
tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi
dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan
konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada
pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk
melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi
dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur
400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.
3.3. Rokok dan proses
penguapan uap air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga
terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur
antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak
dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses
pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur,
konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.
Pada temperatur dibawah 100oC
nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut,
kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin
dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk
dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan
mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.
Jadi, ditinjau secara proses
pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di
dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara
di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala
proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang
bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran
bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak
orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-
paru mereka.
3.4. Tar dan Asap Rokok
Zat berbahaya ini berupa
kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru – paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan
penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan
kanker paru – paru ( penyakit maut yang
hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga
dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang
tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih.
Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel – sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh
tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.
Tar dan asap rokok merangsang
jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
Batuk-batuk atau sesak napas
Tar yang menempel di jalan
napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir.
3.5. Gas CO (Karbon Mono
Oksida)
Gas CO juga berpengaruh
negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih
mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang
yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang
dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok
tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh
perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh
negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.
3.6. Nikotin dan kerja
nikotin
Adalah suatu zat yang dapat
membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung (
melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain
itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni
saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah
tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar
nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat
seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya
penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan
lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada
permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan
hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Nikotin merangsang bangkitnya
adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah
serta kadar kolesterol dalam darah, berhubungan erat terjadinya serangan
jantung
Saat merokok, nikotin mulai
diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor
nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang
terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc).
Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran
bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.
Bila perokok mulai mengurangi
atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga
berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.
Hal itu menyebabkan jalan
untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin.
Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin
berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor
42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline
menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk
mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood
yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.
Kedua, verenicline
menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali,
nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari
rokok tersebut. = Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal
usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada
perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan
secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan
waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.
Efek samping verenicline
adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat
yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang
rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.
Bahkan bahan kimia yang
ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium,
karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri.
Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok?
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada
pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak
negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus
berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan
tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi
kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.
4.2. Saran
Setelah membaca kartulis ini,
semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan
segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga
dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit
yang mengancam jiwa mereka